
(Source: www.4x4abc.com)
Gambar di atas menunjukkan sebuah transfercase Jeep Grand Cherokee yang meledak di kecepatan 112 km/jam setelah dipakai pada mode 4H di jalan aspal sejauh 241 km.
...
Sejak 100 tahun yang lalu, pabrikan pembuat mobil sudah tahu akan efek yang ditimbulkan jika memaksa memakai gerak empat roda (dalam hal ini pada sistem part time 4WD) di permukaan kering yang mem-provide traksi dengan baik. Namun, sayangnya masih ada pengguna kendaraan 4WD yang belum mengetahui soal ini. Ketiadaan sebuah center differential (atau center differential yang sudah terkunci) akan memaksa bagian-bagian driveline bekerja sangat keras yang pada akhirnya akan menghancurkan driveline itu sendiri.
(Source: www.4x4abc.com)
Pada sebuah mobil dengan part time 4WD, perbedaan kebutuhan RPM di poros roda depan dan roda belakang dapat menimbulkan masalah besar. Transfercase akan mengirimkan tenaga/putaran yang sama pada kedua poros, namun sayangnya putaran mesin yang dikirim tidak akan mencukupi putaran mesin yang sebenarnya dibutuhkan di poros depan. Perlu diingat, kombinasi RPM yang dihasilkan di poros roda depan (A+B) selalu lebih besar daripada poros roda belakang (C+D). Hanya sistem full time 4WD yang dapat meng-handle kendala ini.
Jadi, dalam mode 4WD diaktifkan di permukaan bertraksi baik, roda depan akan dipaksa untuk berputar lebih cepat daripada roda belakang, namun sayangnya, karena as kopel untuk gardan depan menyalurkan tenaga yang sama dengan as kopel belakang, timbullah pertentangan antara roda depan dengan tekanan yang timbul dari as kopel. Efeknya, as kopel depan akan mencoba menurunkan kecepatan berputar roda depan yang dapat mengakibatkan understeer.
Pertentangan yang terjadi antara poros roda depan dengan transfercase juga akan menyiksa bagian-bagian driveline. Efek perlambatan yang ditimbulkan oleh roda depan akan membuat semua bagian antara roda depan dengan unit transmisi stress. Hal ini mengakibatkan bagian-bagian yang seharusnya bergerak bebas, beradu. Efek yang ditimbulkan adalah sesuatu yang disebut “axle binding”, “driveline binding”, atau “driveline wind up”. Tanda-tanda yang timbul pertama-tama adalah setir menjadi berat dan kendaraan sulit dikendalikan. Lalu, tuas transfercase tidak bisa dikembalikan ke posisi 2H karena antara gir dan tuas sudah saling beradu dengan sangat keras. Akibatnya, pengendaraan mau tak mau diteruskan dengan mode 4WD yang pada akhirnya akan membuat komponen terlemah dari driveline jebol duluan (cross-joints, gardan, gigi-gigi differential, gigi-gigi dan rantai transfercase, laher-laher, as kopel).
Nah, jika anda mengaktifkan 4WD pada posisi tanjakan dengan roda-roda depan dibelokkan maksimal di atas permukaan kering bertraksi baik, kendaraan tidak akan maju. Efeknya anda akan memperbesar bukaan gas dan mungkin melakukan slip kopling. Hasilnya: anda hanya akan membuat roda-roda belakang berputar di tempat, sedangkan roda-roda depan dan bagian-bagian driveline-nya menahan tekanan yang sangat besar. Ujung-ujungnya, anda pasti menghancurkan sesuatu dari driveline mobil anda.
Beberapa mobil memang memiliki driveline yang lebih kuat dari mobil lainnya. Namun efek yang ditimbulkan akan tetap sama. Memang driveline mobil-mobil yang lebih kuat itu tidak akan langsung rusak tapi tetap akan rusak juga. Jadi, sekali lagi, bagi anda yang memiliki kendaraan 4WD dengan system part time, jangan pernah mengaktifkan gerak empat roda di atas permukaan jalan kering bertraksi baik. Driveline anda taruhannya!
Artikel ini dipublikasikan tanggal 3 September 2007 (Bn*X)
Monday, 3 September 2007
Info: (Part II: 4x4) JANGAN PAKAI PART TIME 4WD ANDA! (Bn*X)
Posted by
Koranmobil.com
at
12:02 am
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
terima kasih atas paparan yang bagus dan mudah dimengerti ini, TOLONG JUGA DIULAS FUNGSI TURBO TIMER.
salam
nanang balikpapan
Terima kasih banyak Pak Nanang atas suportnya. Baiklah, masukan Bapak untuk mengulas tentang fungsi turbo timer akan kami jadikan salah satu jadwal agenda kami.
Tetapi, kita masih belum bisa janji terlalu banyak dulu ya Pak mengenai waktunya, karena kita masih berkonsentrasi menyusun konsep2 artikelnya satu-persatu sekarang. :)
Btw, kalo ada pertanyaan2 singkat, silahkan email ke kita di rame2com@yahoo.com dengan subject KORANMOBIL ya... We would be very pleased to help! Terima Kasih.
Artikel fungsi turbo timer sudah kami publikasikan, silahkan dinikmati ya Pak Nanang... Terima Kasih... :)
Post a Comment