Monday, 1 October 2007

TIPS & TRIK: EKSEKUSI MOBIL BEKAS (Bn*X)

Sebuah mobil, bagi kebanyakan orang merupakan “kaki” yang menopang kegiatan sehari-hari. Ke kantor, kuliah, rekreasi bersama keluarga, bahkan ke pasar, adalah hal yang jamak dilakukan oleh para pemilik mobil dalam mendayagunakan kendaraan miliknya. Hal ini membuat mobil menjadi sebuah kebutuhan primer. Untuk mereka yang memiliki keuangan yang cukup untuk membeli mobil baru, memiliki sebuah mobil adalah hal yang mudah. Namun bagi mereka yang memiliki bujet terbatas, mobil bekas adalah pilihan mutlak. Saya sendiri pun begitu. Namun adakalanya kita ragu untuk membeli sebuah unit mobil bekas karena kurang paham bagaimana menilai mana mobil bekas yang masih layak pakai dan mana yang layak buang. ...

Dalam artikel ini, saya akan mencoba berbagi sedikit tips untuk memilih mobil bekas idaman yang akan saya bagi dalam empat bagian yang jamak menjadi indikator utama baik-buruknya mobil bekas: Mesin, bodi, kaki-kaki, dan keabsahan surat-surat.

MESIN

Untuk mengetahui mesin yang masih layak pakai tidak cukup dengan melihat fisiknya saja. Ingat, jumlah kilometer yang tertera di odometer bukanlah jaminan mobil layak pakai!

Pertama, anda bisa lihat bagian blok mesin, apakah basah oleh oli atau tidak. Jangan pilih mesin yang belepotan oleh oli. Lalu, anda bisa buka lubang pengisian oli. Coba masukkan telunjuk anda (tentunya mesin dalam keadaan mati) dan raba bagian dalam cover klep. Jika ada kerak atau gumpalan oli, berarti anda harus siap-siap dana reparasi mesin. Lihat juga apakah ada asap yang keluar dari lubang pengisian oli tersebut. Mesin yang baik tidak mengeluarkan asap.

Soal asap, baik mesin diesel atau bensin, sama-sama jangan sampai muncul asap putih di knalpot. Hal ini menandakan oli yang ikut terbakar, dikarenakan ring piston atau sil klep yang sudah aus. Mesin bensin harus bersih dari asap, sedangkan mesin diesel yang baik mengeluarkan asap berwarna abu-abu gelap yang tidak terlalu tebal. Khusus untuk mesin diesel, lihat selang pernapasan mesin. Jangan sampai ada asap yang keluar secara berlebihan atau bahkan oli yang menetes keluar.

Selanjutnya dengarkan mesin dalam keadaan hidup. Jika ada bunyi ketukan yang tidak seirama atau mengikuti putran mesin, berarti kemungkinan metal jalan ataupun duduk sudah aus. Ketukan yang nyaring dari bagian atas (klep) bisa juga menandakan bahwa pompa oli sudah lemah sehingga oli telat naik.

Jangan sungkan untuk melirik kolong mobil. Coba longok bagian persambungan mesin dengan girboks, jangan pilih yang ada rembesan oli karena ini menandakan ausnya sil kruk as. Longok juga bagian bawah-depan mesin, jangan sampai ada rembesan oli juga disitu.

BODI

Untuk tahu apakah mobil pernah tabrakan atau tidak, anda bisa lihat dan raba tulang penyangga radiator. Mobil yang sudah pernah tabrakan pasti memiliki cacat di bagian ini. Bisa juga lihat bodi bagian dalamnya, sisi kiri dan kanan. Sebagus-bagusnya reparasi yang dilakukan pasca mobil tabrakan, pasti ada bagian yang tidak simetris. Trik lainnya adalah dengan menggunakan magnet untuk mengetahui tebal-tipisnya dempul. Magnet akan sulit menempel pada bodi dengan dempul tebal. Cara lain adalah dengan mengetuk bodi mobil. Semakin tipis dempulnya, semakin nyaring bunyi ketukan.

Warna juga bisa menjadi indikator. Di bawah sinar matahari, perbedaan warna dapat terlihat dengan jelas. Warna yang lebih “segar” di satu bagian bodi daripada bagian lain bisa jadi tanda bahwa disitulah tempat mobil pernah tertumbuk.

Untuk mobil dengan sasis, coba ketuk sasis dari depan sampai belakang. Suaranya harus sama. Indera peraba juga dapat diandalkan dalam mengeksekusi sasis, biasanya bekas las-lasan akan terdeteksi karena bagian itu lebih tebal. Bisa juga dengan cara menjalankan kendaraan. Lihat apakah mobil “lari anjing”, yaitu mobil berjalan lurus namun bodi terlihat seperti berbelok. Jangan pilih mobil dengan kasus ini.

KAKI-KAKI

Coba dongkrak mobil dan pegang ban di bagian atas dan bawah lalu goyangkan. Jika bergoyang, berarti tie-rod sudah minta diganti. Cara lain yang lebih mudah adalah dengan menjalankan mobil di jalan bergelombang. Suara-suara seperti “klek..” dan “duk..” merupakan pertanda anda akan keluar uang untuk mengganti perangkat bawah mobil bekas pilihan anda.

SURAT-SURAT

Jika anda sudah merasa sreg dengan kondisi mesin, bodi, dan kaki-kaki, saatnya anda periksa keabsahan surat-surat kendaraan. Cek nomor mesin dan nomor rangka. Harus cocok antara yang tertera di STNK dengan yang tergrafir di mesin dan rangka mobil. Cek juga BPKB-nya. Semua data harus cocok dengan keadaan mobil dan data di STNK. Jika anda tidak yakin, anda bisa meminta melakukan cek fisik di tempat yang telah ditentukan, seperti di POLDA Metro Jaya.

Baiklah, semoga tips-tips di atas bermanfaat untuk anda. Patut dicatat, tips-tips di atas adalah yang umum dilakukan saat mengecek calon mobil idaman. Pada praktiknya kadang anda harus lebih jeli lagi untuk mendapat mobil bekas yang baik. Selamat berburu!

0 comments: