Tuesday, 17 July 2007

Modifikasi: DREAM CAME TRUE (Bn*X)

Saat adu kencang tak lagi memuaskan

Untuk sebagian orang, mimpi memang sesuatu yang sulit dilepaskan. Begitu juga yang terjadi dengan Dimas Alsta Subagio. Memiliki “mainan” berupa Honda Civic Nouva yang sudah dimodifikasi habis-habisan untuk bermain di lintasan drag race ternyata tidak kunjung memberikan kepuasan. “Dari dulu gw selalu ngimpi punya jip! Enak, bisa kemana aja, all-road!”, ujar lelaki tinggi besar ini. Hingga pada suatu hari sang ayah menawarkan pada dirinya sebuah Daihatsu Taft GT keluaran 1995 yang tentunya berpenggerak 4x4. “Akhirnya mimpi gw jadi kenyataan, langsung aja gw iyain n gw jual Honda gw”.
...
Walaupun mendapat mobil baru yang masih bahan, tidak menyurutkan niatnya untuk “main” jip. “Gw dapet mobil ini kondisinya lumayan. Lumayan menyedihkan! He..he.. Pintunya aja pernah patah saking keroposnya. Tapi pelan-pelan gw beresin deh sampe kayak sekarang. Sekarang pun masih ada yang harus diberesin sebenarnya. Ke depannya gw pengen ganti mesin pake punya Rugger”, jujur pria yang berprofesi sebagai fotografer ini. Yah, OK deh pak, semoga “mainan barunya” bisa memuaskan mimpi yang sudah lama terpendam. Stay on 4Wheeler.






























Bumper ala ARB racikan local dilengkapi dengan lampu tembak Hella.
















Snorkel racikan Nuris, sayang belum difungsikan, “Masih ga tega bolongin bodi!”
















Towing point bikinan Mopal’s performance. Nah, itu yang terpantul di pintu belakang yang namanya Dimas. Malu-malu ya Mas? He..he..
















Side bar sekaligus foot step ditambahkan, “Supaya bokap gampang naik”.
















Gardan masih mengandalkan asli. Batang putih di atas itu dipasang untuk menahan sakel supaya tidak terlalu goyang ke kanan-kiri. Sokbreker mengandalkan Kayaba Ultra untuk belakang dan Monroe Magnum untuk depan.
















Gardan depan, tentunya juga OEM. Sok stirnya boleh juga tuh, mengandalkan 4 Way Tough Dog.
















Girboks dan transfercase mengadopsi milik Daihatsu Rugger. Pilihan 4H-4L cukup memakai switch di dasbor.
















Mesin saat ini masih mengandalkan OEM, ke depannya akan diganti dengan DL62 turbo-intercooler.
















Lampu Hella matador ditambahkan untuk penerangan ekstra. Mau cari kodok ya Mas? He..he.. Di belakangnya, spion OEM berganti tempat dengan spion kepunyaan Rugger.
















Ban mengandalkan GT Radial Savero M/T ukuran 33x12,5 r 15 dipadu pelek Mickey Thompson. Untuk menghalau lumpur, dipasang over fender ala bushwacker buatan Nuris.
















Interior dibalut kulit sintetis warna coklat.
















Sound system sederhana ditambahkan sebagai teman di perjalanan. Nah switch di sebelah setir itu yang untuk memindahkan posisi 4H-4L.

SPESIFIKASI
Bodi: OEM Daihatsu Taft GT 1995
Mesin: OEM Daihatsu 2.800 cc
Sasis: OEM
Lampu tambahan: Hella
Bumper: custom ala ARB
Over fender & snorkel: custom racikan Nuris
Side bar: custom racikan MST
Ban: GT Radial Savero M/T 33x12,5 r15
Pelek: Mickey Thompson 15x10
Sokbreker: Monroe Magnum (depan), Kayaba Ultra (belakang)
Sok stir: 4 Way
Towing point: Mopal’s performance
Spion: Daihatsu Rugger
Sound system: Head unit: Skeleton, speaker depan + tweeter: ADS, speaker belakang: Kicker, power amplifier: Rockford Fosgate, TV: necvox 8”

Nuris: 021-93031813
MST: 021-70662983

Artikel ini dipublikasikan tanggal 17 Juli 2007 (Bn*X)

Baca Selengkapnya!

Sunday, 15 July 2007

How To: GANTI CAMSHAFT DI MESIN SERI “K” TOYOTA (Bn*X)

Aliran retro memang suatu tren dalam dunia otomotif yang selalu memiliki penggemar. Sepertinya tidak ada penggemar otomotif yang menyangsikan bahwa Toyota Corolla DX, Mitsubishi Lancer SL, hingga Datsun SSS masih memiliki “daya bunuh” yang kuat. Model yang tidak lekang oleh zaman, mesin bandel, dan performa yang dapat diandalkan, merupakan segelintir dari banyak alasan yang dilontarkan oleh para penggemar aliran retro. Tidak heran kalau retro saat ini bahkan menjadi satu kelas yang dilombakan secara teratur di sirkuit Sentul
...
Namun, yang namanya model old-school, pasti ada saja yang tidak puas pada performa standarnya. Salah satu cara untuk meningkatkan performa mesin standar adalah dengan mengganti camshaft OEM dengan camshaft durasi tinggi. Sebuah camshaft pada mesin mobil memiliki peran sebagai pembuka-tutup klep, baik klep in maupun klep ex. Dengan mengganti camshaft OEM dengan camshaft durasi tinggi, “Bahan bakar yang terhisap ke dalam ruang bakar akan semakin banyak sehingga membuat ledakan di ruang bakar lebih besar, hal ini otomatis membuat performa mesin meningkat dan membuat nafas mesin menjadi lebih panjang”, terang Yudi, punggawa bengkel More Sport Tuning.

Toyota Corolla DX yang menjadi salah satu “jagoan” di kelas mobil-mobil retro menggendong mesin seri “K”, tepatnya 4K dengan kapasitas 1300 CC. “Mesinnya bandel sih, tapi gw ngerasa kurang aja tenaganya, makanya gw ganti kem standarnya pake punya TRD”, adalah alasan Creon, pemakai Toyota Corolla DX rakitan 1983, dalam mengganti camshaft standar mobilnya. Berikut akan coba dijabarkan langkah-langkah dalam mengganti camshaft di mesin seri “K”. Sekedar info, blok mesin pada mesin seri “K” Toyota tidak berbeda dari seri awalnya hingga seri akhir (7K), sehingga langkah-langkah yang dilakukan relative sama. Juga disarankan untuk menukar camshaft dalam keadaan mesin diturunkan dari ruang mesin, hal ini untuk mempermudah pengerjaan karena jika mesin tidak diturunkan, ruang yang tersedia akan terlalu sempit.

  1. Lepas distributor.
  2. Buka baut-baut cover klep dan lepas cover klepnya.
  3. Buka baut-baut rocker arm dan lepas rocker arm dari dudukannya.
  4. Cabut push rod
  5. Buka baut-baut cylinder head (bersilangan) dan angkat cylinder head.
  6. Cabut tapet dari tempatnya.
  7. Buka baut pembuangan oli mesin dan tap olinya.
  8. Kendorkan puli kruk as dan lepas v-belt.
  9. Lepas alternator.
  10. Lepas puli kruk as.
  11. Lepas membran.
  12. Lepas dudukan kompresor AC.
  13. Lepas braket penghubung mesin ke girboks, kiri-kanan.
  14. Lepas water pump.
  15. Lepas baut-baut karter (bak) oli (bersilangan).
  16. Lepas cover timing chain.
  17. Buka baut gir timing chain dan adjusternya.
  18. Buka pelat penahan camshaft.
  19. Tarik camshaft secara perlahan.

Untuk merakit kembali, tinggal ulangi langkah-langkah tadi secara terbalik. Ganti sekalian paking-paking yang sudah dicopot. Perlu dicatat, tiap camshaft berbeda karakter dalam menentukan timingnya, jadi jika anda tidak yakin, ajak teman anda yang mengerti.
















1. Lepas distributor
















2. Buka baut-baut cover klep dan lepas cover klepnya
















3. Buka baut-baut rocker arm dan lepas rocker arm dari dudukannya
















4. Cabut push rod
















5. Buka baut-baut cylinder head (bersilangan) dan angkat cylinder head
















6. Cabut tapet dari tempatnya
















7. Buka baut pembuangan oli mesin dan tap olinya
















8. Kendorkan puli kruk as dan lepas v-belt
















9. Lepas alternator
















10. Lepas puli kruk as
















11. Lepas membran
















12. Lepas dudukan kompresor AC
















13. Lepas braket penghubung mesin ke girboks, kiri-kanan
















14. Lepas water pump
















15. Lepas baut-baut karter (bak) oli (bersilangan)
















16. Lepas cover timing chain
















17. Buka baut gir timing chain dan adjusternya
















18. Buka pelat penahan camshaft
















19. Tarik camshaft secara perlahan


Terima kasih: bengkel More Sport Tuning (021-70662983)

Artikel ini dipublikasikan tanggal 15 Juli 2007 (Bn*X)

Baca Selengkapnya!