Koranmobil.com akan segera kami luncurkan bulan November ini.
...
Untuk awalnya, akan kami perkenalkan terlebih dahulu konsep jual beli mobil online yang berbeda dari apa yang sudah ada di Indonesia.
Iklan anda akan kami tayangkan sampai terjual* dan
Kami pun menyediakan 10 (Ya, sepuluh) slot foto untuk setiap mobilnya.
*Masa aktif iklan adalah 3 minggu dan anda dapat memperpanjang masa aktif iklan anda lagi dan lagi dengan melakukan login ke dalam sistem kami.
Konsep artikel mobilnya, akan kami tayangkan mulai bulan Februari 2008.
Dan untuk blogspot ini, akhir Oktober nanti akan kami tambahkan lagi beberapa dari artikel-artikel kami.
Ingin melihat previewnya langsung? Silahkan klik disini
Terima kasih atas dukungannya.
Salam Rame2!
Tuesday, 23 October 2007
Dari Redaksi
Posted by
Koranmobil.com
at
8:16 am
0
comments
Monday, 15 October 2007
CARA BACA BAN (Bn*X)
Tips kali ini mungkin sepele bagi anda, para pembaca. Namun sepengalaman saya banyak juga orang-orang yang belum paham apa arti angka-angka yang tertera pada dinding sebuah ban. Data-data pada dinding ban ini bukanlah hal sepele. Terlepas dari ukuran yang ditunjukkan, ada kode-kode yang menunjukkan “bagus-tidaknya” sebuah ban.
...
Kode angka yang tertera pun bisa berbeda cara bacanya. Untuk lebih jelasnya, akan saya coba terangkan di bawah ini.
195/60 R14 86H
195 = Lebar tapak ban dalam satuan millimeter
60 = Aspek rasio, menunjukkan persentase tinggi dinding ban terhadap lebar tapak
R = Menunjukkan konstruksi ban, yaitu Radial
14 = Ukuran pelek yang dipakai, yaitu ring 14 inci
86 = Kode beban maksimum yang dapat ditanggung ban
H = Kode kecepatan maksimum yang aman dikendarai
7.00 R15 LT
7.00 = Lebar tapak ban dalam satuan inci
R = Konstruksi ban, yaitu Radial
15 = Ukuran pelek yang dipakai, yaitu ring 15 inci
LT = Menandakan ban untuk jenis kendaraan Light Truck
31x10,5 R15 LT
31 = Menunjukkan diameter ban dalam satuan inci
10,5 = Menunjukkan lebar tapak ban dalam satuan inci
R = Konstruksi ban, yaitu radial
15 = Ukuran pelek yang dipakai, yaitu 15 inci
LT = Jenis ban untuk kendaraan jenis Light Truck
Tiga jenis kode angka-huruf di atas adalah pakem kode yang dipakai pada sebuah dinding ban mobil. Selain dari kode di atas, ada juga kode yang menunjukkan kapan ban tersebut diproduksi. Contoh kodenya misalnya: 2404. Kode ini menandakan bahwa ban tersebut diproduksi pada minggu ke-24, tahun 2004. Patut diingat, jangan memilih ban yang sudah berusia lebih dari dua tahun, walaupun ban tersebut masih baru/bagus. Hal ini dikarenakan, jika sebuah ban tidak dipakai dalam kurun waktu dua tahun, karet ban akan kehilangan kekenyalannya (menjadi getas). Jika ngotot dipakai resiko pecah ban akan sangat besar. Selain itu, ada juga tanda yang dinamakan TWI (Thread Wear Indicator). Tanda ini berupa segitiga kecil. Jangan memakai ban yang tanda TWI-nya sudah aus, kecuali jika anda memang berniat bunuh diri.
Posted by
Koranmobil.com
at
12:01 am
0
comments
Monday, 8 October 2007
JALAN-JALAN: SAHUR OFF ROAD (Bn*X)
Dalam bulan Ramadhan banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan, khususnya dalam hal menambah pahala. Kaum muslim khususnya, percaya, kebaikan yang dilakukan pada saat bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat-lipat. Bagi komunitas otomotif, melakukan sahur on the road sudah menjadi semacam kegiatan wajib dalam mengisi bulan Ramadhan. Biasanya komunitas ini berkumpul di satu titik untuk kemudian berkonvoi sambil membagikan makanan sahur pada saudara-saudara yang kurang beruntung di titik tertentu. Namun, tahukah anda kalau aktivitas sahur on the road ini tidak hanya monopoli komunitas “on road”? Bagi penyuka kendaraan 4x4 hal ini juga merupakan agenda wajib tahunan mereka di bulan Ramadhan. Tentu dengan sedikit “penyesuaian”.
...
Tahun ini saya berkesempatan “menyicipi” kegiatan sahur off road yang diadakan oleh komunitas 4Wheeler. Komunitas 4Wheeler sendiri merupakan komunitas yang berangkat dari sebuah milis tempat penyuka jip berkumpul tanpa memandang batas-batas tertentu yang dikomandani oleh Ryco Arnaldo. Beliau inilah yang menggagas ide sahur off road yang akhirnya sudah memasuki tahun ketiga. Konsep dari kegiatan ini sendiri adalah santap sahur bersama diiringi berbagi dengan sesama yang tinggal di daerah-daerah “terpencil”. Untuk tahun ini desa yang akan dikunjungi terletak di kaki gunung Sadon, Sentul.
Kami berkumpul di rest area Sentul pada hari Jumat (5 Oktober 2007) malam pukul 23.00. Waktu keberangkatan yang ditetapkan pukul 22.00 pun akhirnya harus molor untuk menunggu rekan-rekan yang terlambat. Akhirnya pada pukul 23.45 rombongan yang berjumlah 30 mobil berangkat. Terdiri dari berbagai merek jip, mulai dari Land Rover, Suzuki Jimny, Chevrolet Trooper, hingga Daihatsu Taft. Lepas dari rest area Sentul kami berjalan ke arah perumahan Bukit Sentul. Jalan aspal sejauh +/- 5 kilometer akhirnya mengantar kami ke kaki gunung Sadon. Di sini tuas transfercase berpindah posisi dari 2H ke 4H/4L.
Medan yang dilalui merupakan medan berbatu dengan kontur naik-turun yang tidak terlalu berat. Namun kewaspadaan kami tetap harus dijaga karena lebar jalan yang pas satu mobil dimana sisi kirinya adalah jurang dalam dan di sisi kanan merupakan dinding batu. Perjalanan selama 1,5 jam akhirnya berakhir di sebuah “camping area” milik penduduk setempat. Hawa dingin menyambut kami. Namun kehangatan kebersamaan khas komunitas off road membuat rasa dingin yang menusuk-nusuk terlupakan. Canda dan tawa mengisi waktu kami malam itu. Setelah makan sahur, satu per satu mata-mata yang mengantuk masuk ke mobil atau tendanya masing-masing dan untuk kemudian terlelap diselimuti suasana malam yang sangat indah. Langit cerah, bintang-bintang terlihat jelas, dan diiringi sayup-sayup suara jangkrik.
Pagi harinya, pukul 06.00 kami mulai terjaga. Hawa dingin yang sedari malam menusuk hingga tulang semakin menjadi.
Kalau sedang tidak puasa, segelas wedang jahe pasti akan nikmaaat… sekali… Hehe… Tak berapa lama beberapa mobil sudah mulai bersiap. Rupanya panitia sudah menyediakan trek untuk para peserta bermain-main. Trek ini merupakan jalan menanjak sepanjang +/- 300 meter dengan beberapa ceruk dan berpermukaan tanah gembur. Tidak semua jip mampu mengatasi trek ini. Beberapa harus memakai winch hingga 5-7 kali untuk lolos.

Namun, ada juga yang mampu melayani trek ini dengan mulus tanpa kesulitan berarti.
Puas bermain di trek ini peserta mencicipi trek mini yang tidak terlalu panjang.
Masih sama, berpermukaan tanah gembur namun berkontur rata dan dihiasi oleh sungai kecil.
Selesai bermain-main dan membersihkan diri rombongan lalu berkumpul untuk kemudian bertolak pulang dari lokasi kemping. Lalu kapan sahur on the road-nya? Nah, disinilah bedanya dengan sahur on the road biasa. Sebelum kami keluar dari trek off road, kami mampir terlebih dahulu ke sebuah desa yang terletak tepat di kaki gunung Sadon untuk kemudian membagikan bahan-bahan baksos yang terlebih dahulu sudah dikumpulkan dari masing-masing peserta sahur off road ini.
Selesai berbagi dengan sesama, kami kembali masuk trek off road dan langsung menuju Bukit Sentul. Acara pun berakhir, kami pulang ke kediaman masing-masing dihiasi kebersamaan yang hangat, muka-muka lelah, dan rasa tentram di hati.
Posted by
Koranmobil.com
at
12:01 am
1 comments
Monday, 1 October 2007
TIPS & TRIK: EKSEKUSI MOBIL BEKAS (Bn*X)
Sebuah mobil, bagi kebanyakan orang merupakan “kaki” yang menopang kegiatan sehari-hari. Ke kantor, kuliah, rekreasi bersama keluarga, bahkan ke pasar, adalah hal yang jamak dilakukan oleh para pemilik mobil dalam mendayagunakan kendaraan miliknya. Hal ini membuat mobil menjadi sebuah kebutuhan primer. Untuk mereka yang memiliki keuangan yang cukup untuk membeli mobil baru, memiliki sebuah mobil adalah hal yang mudah. Namun bagi mereka yang memiliki bujet terbatas, mobil bekas adalah pilihan mutlak. Saya sendiri pun begitu. Namun adakalanya kita ragu untuk membeli sebuah unit mobil bekas karena kurang paham bagaimana menilai mana mobil bekas yang masih layak pakai dan mana yang layak buang. ...
Dalam artikel ini, saya akan mencoba berbagi sedikit tips untuk memilih mobil bekas idaman yang akan saya bagi dalam empat bagian yang jamak menjadi indikator utama baik-buruknya mobil bekas: Mesin, bodi, kaki-kaki, dan keabsahan surat-surat.
MESIN
Untuk mengetahui mesin yang masih layak pakai tidak cukup dengan melihat fisiknya saja. Ingat, jumlah kilometer yang tertera di odometer bukanlah jaminan mobil layak pakai!
Pertama, anda bisa lihat bagian blok mesin, apakah basah oleh oli atau tidak. Jangan pilih mesin yang belepotan oleh oli. Lalu, anda bisa buka lubang pengisian oli. Coba masukkan telunjuk anda (tentunya mesin dalam keadaan mati) dan raba bagian dalam cover klep. Jika ada kerak atau gumpalan oli, berarti anda harus siap-siap dana reparasi mesin. Lihat juga apakah ada asap yang keluar dari lubang pengisian oli tersebut. Mesin yang baik tidak mengeluarkan asap.
Soal asap, baik mesin diesel atau bensin, sama-sama jangan sampai muncul asap putih di knalpot. Hal ini menandakan oli yang ikut terbakar, dikarenakan ring piston atau sil klep yang sudah aus. Mesin bensin harus bersih dari asap, sedangkan mesin diesel yang baik mengeluarkan asap berwarna abu-abu gelap yang tidak terlalu tebal. Khusus untuk mesin diesel, lihat selang pernapasan mesin. Jangan sampai ada asap yang keluar secara berlebihan atau bahkan oli yang menetes keluar.
Selanjutnya dengarkan mesin dalam keadaan hidup. Jika ada bunyi ketukan yang tidak seirama atau mengikuti putran mesin, berarti kemungkinan metal jalan ataupun duduk sudah aus. Ketukan yang nyaring dari bagian atas (klep) bisa juga menandakan bahwa pompa oli sudah lemah sehingga oli telat naik.
Jangan sungkan untuk melirik kolong mobil. Coba longok bagian persambungan mesin dengan girboks, jangan pilih yang ada rembesan oli karena ini menandakan ausnya sil kruk as. Longok juga bagian bawah-depan mesin, jangan sampai ada rembesan oli juga disitu.
BODI
Untuk tahu apakah mobil pernah tabrakan atau tidak, anda bisa lihat dan raba tulang penyangga radiator. Mobil yang sudah pernah tabrakan pasti memiliki cacat di bagian ini. Bisa juga lihat bodi bagian dalamnya, sisi kiri dan kanan. Sebagus-bagusnya reparasi yang dilakukan pasca mobil tabrakan, pasti ada bagian yang tidak simetris. Trik lainnya adalah dengan menggunakan magnet untuk mengetahui tebal-tipisnya dempul. Magnet akan sulit menempel pada bodi dengan dempul tebal. Cara lain adalah dengan mengetuk bodi mobil. Semakin tipis dempulnya, semakin nyaring bunyi ketukan.
Warna juga bisa menjadi indikator. Di bawah sinar matahari, perbedaan warna dapat terlihat dengan jelas. Warna yang lebih “segar” di satu bagian bodi daripada bagian lain bisa jadi tanda bahwa disitulah tempat mobil pernah tertumbuk.
Untuk mobil dengan sasis, coba ketuk sasis dari depan sampai belakang. Suaranya harus sama. Indera peraba juga dapat diandalkan dalam mengeksekusi sasis, biasanya bekas las-lasan akan terdeteksi karena bagian itu lebih tebal. Bisa juga dengan cara menjalankan kendaraan. Lihat apakah mobil “lari anjing”, yaitu mobil berjalan lurus namun bodi terlihat seperti berbelok. Jangan pilih mobil dengan kasus ini.
KAKI-KAKI
Coba dongkrak mobil dan pegang ban di bagian atas dan bawah lalu goyangkan. Jika bergoyang, berarti tie-rod sudah minta diganti. Cara lain yang lebih mudah adalah dengan menjalankan mobil di jalan bergelombang. Suara-suara seperti “klek..” dan “duk..” merupakan pertanda anda akan keluar uang untuk mengganti perangkat bawah mobil bekas pilihan anda.
SURAT-SURAT
Jika anda sudah merasa sreg dengan kondisi mesin, bodi, dan kaki-kaki, saatnya anda periksa keabsahan surat-surat kendaraan. Cek nomor mesin dan nomor rangka. Harus cocok antara yang tertera di STNK dengan yang tergrafir di mesin dan rangka mobil. Cek juga BPKB-nya. Semua data harus cocok dengan keadaan mobil dan data di STNK. Jika anda tidak yakin, anda bisa meminta melakukan cek fisik di tempat yang telah ditentukan, seperti di POLDA Metro Jaya.
Baiklah, semoga tips-tips di atas bermanfaat untuk anda. Patut dicatat, tips-tips di atas adalah yang umum dilakukan saat mengecek calon mobil idaman. Pada praktiknya kadang anda harus lebih jeli lagi untuk mendapat mobil bekas yang baik. Selamat berburu!
Posted by
Koranmobil.com
at
12:01 am
0
comments