Monday, 8 October 2007

JALAN-JALAN: SAHUR OFF ROAD (Bn*X)

Dalam bulan Ramadhan banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan, khususnya dalam hal menambah pahala. Kaum muslim khususnya, percaya, kebaikan yang dilakukan pada saat bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat-lipat. Bagi komunitas otomotif, melakukan sahur on the road sudah menjadi semacam kegiatan wajib dalam mengisi bulan Ramadhan. Biasanya komunitas ini berkumpul di satu titik untuk kemudian berkonvoi sambil membagikan makanan sahur pada saudara-saudara yang kurang beruntung di titik tertentu. Namun, tahukah anda kalau aktivitas sahur on the road ini tidak hanya monopoli komunitas “on road”? Bagi penyuka kendaraan 4x4 hal ini juga merupakan agenda wajib tahunan mereka di bulan Ramadhan. Tentu dengan sedikit “penyesuaian”.
...
Tahun ini saya berkesempatan “menyicipi” kegiatan sahur off road yang diadakan oleh komunitas 4Wheeler. Komunitas 4Wheeler sendiri merupakan komunitas yang berangkat dari sebuah milis tempat penyuka jip berkumpul tanpa memandang batas-batas tertentu yang dikomandani oleh Ryco Arnaldo. Beliau inilah yang menggagas ide sahur off road yang akhirnya sudah memasuki tahun ketiga. Konsep dari kegiatan ini sendiri adalah santap sahur bersama diiringi berbagi dengan sesama yang tinggal di daerah-daerah “terpencil”. Untuk tahun ini desa yang akan dikunjungi terletak di kaki gunung Sadon, Sentul.

Kami berkumpul di rest area Sentul pada hari Jumat (5 Oktober 2007) malam pukul 23.00. Waktu keberangkatan yang ditetapkan pukul 22.00 pun akhirnya harus molor untuk menunggu rekan-rekan yang terlambat. Akhirnya pada pukul 23.45 rombongan yang berjumlah 30 mobil berangkat. Terdiri dari berbagai merek jip, mulai dari Land Rover, Suzuki Jimny, Chevrolet Trooper, hingga Daihatsu Taft. Lepas dari rest area Sentul kami berjalan ke arah perumahan Bukit Sentul. Jalan aspal sejauh +/- 5 kilometer akhirnya mengantar kami ke kaki gunung Sadon. Di sini tuas transfercase berpindah posisi dari 2H ke 4H/4L.


















Medan yang dilalui merupakan medan berbatu dengan kontur naik-turun yang tidak terlalu berat. Namun kewaspadaan kami tetap harus dijaga karena lebar jalan yang pas satu mobil dimana sisi kirinya adalah jurang dalam dan di sisi kanan merupakan dinding batu. Perjalanan selama 1,5 jam akhirnya berakhir di sebuah “camping area” milik penduduk setempat. Hawa dingin menyambut kami. Namun kehangatan kebersamaan khas komunitas off road membuat rasa dingin yang menusuk-nusuk terlupakan. Canda dan tawa mengisi waktu kami malam itu. Setelah makan sahur, satu per satu mata-mata yang mengantuk masuk ke mobil atau tendanya masing-masing dan untuk kemudian terlelap diselimuti suasana malam yang sangat indah. Langit cerah, bintang-bintang terlihat jelas, dan diiringi sayup-sayup suara jangkrik.
















Pagi harinya, pukul 06.00 kami mulai terjaga. Hawa dingin yang sedari malam menusuk hingga tulang semakin menjadi.

Kalau sedang tidak puasa, segelas wedang jahe pasti akan nikmaaat… sekali… Hehe… Tak berapa lama beberapa mobil sudah mulai bersiap. Rupanya panitia sudah menyediakan trek untuk para peserta bermain-main. Trek ini merupakan jalan menanjak sepanjang +/- 300 meter dengan beberapa ceruk dan berpermukaan tanah gembur. Tidak semua jip mampu mengatasi trek ini. Beberapa harus memakai winch hingga 5-7 kali untuk lolos.






























Namun, ada juga yang mampu melayani trek ini dengan mulus tanpa kesulitan berarti.
















Puas bermain di trek ini peserta mencicipi trek mini yang tidak terlalu panjang.
















Masih sama, berpermukaan tanah gembur namun berkontur rata dan dihiasi oleh sungai kecil.


Selesai bermain-main dan membersihkan diri rombongan lalu berkumpul untuk kemudian bertolak pulang dari lokasi kemping. Lalu kapan sahur on the road-nya? Nah, disinilah bedanya dengan sahur on the road biasa. Sebelum kami keluar dari trek off road, kami mampir terlebih dahulu ke sebuah desa yang terletak tepat di kaki gunung Sadon untuk kemudian membagikan bahan-bahan baksos yang terlebih dahulu sudah dikumpulkan dari masing-masing peserta sahur off road ini.
















Selesai berbagi dengan sesama, kami kembali masuk trek off road dan langsung menuju Bukit Sentul. Acara pun berakhir, kami pulang ke kediaman masing-masing dihiasi kebersamaan yang hangat, muka-muka lelah, dan rasa tentram di hati.

1 comment:

Anonymous said...

wah, salut buat 4wheeler...
jalan2nya asik tempatnya, edan dinginnya, seru orangnya, dan rapi ngaturnya...seru2,,


herky