Tuesday, 18 September 2007

Review: MDI”s AIR CAR (Bn*X)

Satu lagi usaha menyelamatkan bumi















...















Sebuah mobil berbahan bakar fosil? Itu kuno, dan menjadi penyumbang polusi yang semakin menjadi-jadi tahun-tahun belakangan ini. Dual energy? Ya… Kalau dengan motor listrik mungkin sudah tidak mengherankan lagi ya? Lalu bagaimana jika sebuah mobil dengan bahan bakar udara bertekanan?

MDI (Moteur Developpement International), sebuah perusahaan yang bermarkas di Luxemburg, mencoba memberikan satu inovasi baru untuk dunia otomotif. Melalui Guy Negre-penemu mesin W12-mereka mengembangkan mobil-mobil mini dalam berbagai bentuk dan aplikasi (taxi, niaga, pick-up, van) yang mesinnya tidak digerakkan oleh bahan bakar fosil, namun digerakkan oleh udara bertekanan. Udara bertekanan? Ya, anda tinggal membayangkan jika pada mesin konvensional piston bergerak akibat ledakan yang ditimbulkan oleh bahan bakar di ruang bakar, di mesin mobil udara ini, piston-piston itu bergerak karena “didorong” oleh udara yang memiliki tekanan tinggi. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada penjelasan yang mendetail tentang cara kerja “mesin angin” ini. Walaupun begitu, kami akan coba menerangkan apa yang kami tahu.

Mesin ini mirip dengan mesin-mesin konvensional. Memiliki empat buah piston yang masing-masing piston memiliki dua tahap kerja, yaitu motor stage dan compression/expansion stage. Tahap pertama memberikan tenaga untuk mobil agar dapat bergerak, dan tahap kedua memiliki fungsi untuk menekan udara di “ruang bakar” dan memasukkannya ke dalam tangki udara. Jadi bisa dikatakan fungsi tahap kedua ini adalah untuk menyuplai/mengisi ulang udara bertekanan yang telah terpakai. Walaupun mirip dengan mesin konvensioanl, ada perbedaan desain pada setang piston yang dipakai. Setang piston ini didesain agar dapat memberikan cukup waktu untuk udara “berkumpul” dan ter-compress di silinder hingga akhirnya memiliki kekuatan untuk mendorong piston.















Setang Piston Mesin Air Car
MDI sendiri menyediakan mesin dalam kapasitas dua, empat, dan enam silinder.















Mesin Air Car

Lalu bagaimana dengan sistem transmisinya? Mobil ini dilengkapi dengan transmisi otomatis yang dikontrol oleh sebuah unit komputer yang secara efektif akan terus menyesuaikan dengan pergerakan mobil. Untuk menghubungkan unit transmisi dengan mesin, digunakan sebuah unit yang disebut moto-alternator. Unit ini memiliki banyak fungsi vital, antara lain menyuplai udara bertekanan untuk tangki udara, memberikan tenaga untuk pengereman, dan menghidupkan kendaraan serta memberikan tenga ekstra saat diperlukan.

Lalu, apakah unit penyimpan udara bertekanan yang disimpan di dalam kabin tidak akan menimbulkan kecemasan tersendiri? MDI telah bekerjasama dengan AIRBUS untuk membuat dan mengetes unit penyimpan udara ini. Mereka membuatnya dari bahan carbon composite yang ringan namun sangat kuat, dan telah mengetesnya dengan percobaan ekstrim seperti… dengan menembaknya. Ya, menembaknya dengan senapan! Lagipula jika percobaan ini kurang meyakinkan, sekedar info, sebuah unit penyimpan udara bertekanan tidak menimbulkan bahaya besar seperti kebakaran jika meledak. Mereka hanya… akan meledak saja.

MDI nantinya akan mengeluarkan dua jenis mobil, yaitu single energy dan dual energy. Pada jenis pertama, kendaraan akan mengandalkan tenaga dari udara bertekanan saja. Jenis ini memiliki kecepatan puncak 50 km/jam dan cocok untuk digunakan di dalam kota yang tentunya tidak memerlukan kecepatan tinggi. Sedangkan pada jenis kedua, mesinnya juga dapat digerakkan oleh bahan bakar lain seperti bensin, solar, alcohol, bio-fuel, dan lain sebagainya. Konversi penggunaan bahan bakar ini akan berlangsung secara otomatis ketika kecepatan yang diraih telah melewati 50 km/jam. Di Eropa, biaya yang dikeluarkan untuk operasional mobil ini sangat minim. Pada jenis single energy, kendaraan ini hanya memerlukan kurang dari satu Euro untuk beroperasi sejauh 100 kilometer, tepatnya 0,75 Euro. Sedangkan untuk mengisi ulang tangki udaranya, akan dilakukan di “SPBU-SPBU” yang telah disediakan nantinya. Untuk isi ulang ini, konsumen akan dikenakan 1,5 Euro. Pengisian dilakukan selama dua hingga tiga menit dan jika tangki sudah penuh dapat mobil digunakan kembali untuk menempuh perjalanan sejauh 200 kilometer. Selain itu mobil ini juga dilengkapi dengan kompresor kecil yang bekerja dengan arus listrik 220V atau 380V dan dapat mengisi ulang tangki udara hingga penuh hanya dalam waktu tiga hingga empat menit. Untuk interval penggantian pelumas, karena tidak adanya pembakaran dalam mesin, pelumas hanya perlu diganti tiap 50.000 kilometer. Hebatnya lagi, gas buang yang dihasilkan dapat disalurkan dan digunakan untuk air conditioner karena suhunya yang sangat rendah (sekitar 0-15 derajat di bawah nol). Mobil ini juga nantinya tidak akan memiliki panel indikator konvensional, melainkan sebuah layar komputer yang menunjukkan info kecepatan dan putaran mesin. Sistem ini juga nantinya akan dapat digunakan untuk sistem telepon GSM, GPS, emergency system, koneksi internet, voice recognitions, info lalu lintas, dan lain-lain.

Model yang akan dikeluarkan ada tiga, yaitu OneCAT yang di Eropa akan dihargai mulai dari 3.500 Euro, MiniCAT yang dihargai mulai dari 6.860 Euro (belum termasuk pajak), dan CityCAT seharga 9.460 Euro (belum termasuk pajak).

Jadi, apakah anda sudah siap menggenggam masa depan?

Source: www.theaircar.com

Artikel ini dipublikasikan tanggal 18 September 2007 (Bn*X)

No comments: