Monday, 3 September 2007

Info: (Part I: 4x4) PENGGERAK EMPAT RODA (Bn*X)

Jangan sembarang sebut “4x4”

Saat ini, produsen-produsen mobil di dunia sudah semakin akrab dengan sistem penggerak empat roda. Jika dulu sistem penggerak empat roda adalah sebuah kemewahan yang hanya dimiliki oleh sebuah kendaraan jenis GPV (General Purpose Vehicle) seperti Toyota Land Cruiser, Land Rover Series, ataupun Suzuki SJ410, saat ini jangankan kendaraan jenis SUV sebuah MPV pun diberikan sistem penggerak empat roda. Seperti Toyota yang memberikan fasilitas ini pada Alphardnya. Namun tahukah anda kalau sistem-sistem penggerak empat roda yang beredar memiliki jenis dan kekhasannya sendiri-sendiri?
...
Anda tidak bisa menyamakan, misalnya, part time 4WD dengan all time 4WD. Saya yakin anda pasti sudah aware dengan jenis-jenis sistem penggerak empat roda yang ada. Nah, dalam artikel ini saya akan mencoba memberikan pengertian tentang jenis-jenis sistem penggerak empat roda ini untuk anda-anda yang belum mafhum.

Part time 4WD. Sistem ini hanya dapat digunakan secara part time. Sistem ini diciptakan untuk mem-provide kendaraan dengan traksi lebih saat membawa beban berat atau saat berjalan di permukaan jalan yang buruk (off road), dengan kata lain diciptakan untuk mendukung kendaraan melakukan tugas berat. Selain tuas persneling, juga terdapat tuas transfercase yang memiliki pilihan penggerak atas 2H, 4H, 4L, dan N. 2H adalah pilihan yang digunakan untuk pengendaraan pada jalan raya dengan permukaan “mulus”. Pada mode ini, penggerak yang digunakan adalah roda-roda belakang. 4H atau 4Hi, digunakan pada jalan-jalan dengan permukaan “buruk” dimana mobil memerlukan traksi lebih, seperti di atas lumpur, tanah licin, dan sebagainya. Pada mode ini kendaraan masih mampu meraih kecepatan tinggi. 4L atau 4Lo hampir sama seperti pilihan 4H. Mode ini dipakai pada medan off-road dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Penggunaan 4L akan membuat mobil berjalan secara perlahan. Sedangkan N biasanya dipilih untuk mengaktifkan winch PTO (Power Take Off). Pada sistem ini jangan pernah memakai gerak empat rodanya pada saat berkendara di atas permukaan jalan yang mulus, seperti di atas aspal. Sistem gerak empat roda ini adalah yang paling kompeten terutama jika dipadukan dengan locker gardan. Contoh mobil yang memakai system ini adalah Toyota Land Cruiser, Jeep CJ-7, Daihatsu Rocky.

Full time 4WD. Disebut juga permanent 4WD dan dapat digunakan di semua permukaan jalan termasuk aspal. Sistem ini diciptakan untuk memberikan traksi lebih pada kendaraan dan membuatnya lebih berdaya guna pada pemakaian sehari-hari. Dengan penambahan differential pada unit transfercase-nya, kendaraan dengan sistem ini bergerak dalam mode 4WD secara terus-menerus dan tidak lagi memiliki opsi gerak dua roda. Opsi yang tersedia hanya 4WD Hi dan 4WD Lo. Kendaraan dengan full time 4WD masih memungkinkan untuk digunakan sebagai kuda pekerja. Daya jelajahnya masih sangat baik, terutama bila center differential-nya memiliki opsi lockable, dan menjadi lebih sakti lagi bila dipadukan dengan axle differential. Contoh kendaraan dengan full time 4WD adalah Mercedes-Benz G500, Range Rover, dan Lexus GX470.

Full time symmetric AWD. Sistem ini mirip dengan full time 4WD, hanya saja memerlukan torsi putaran rendah untuk memaksimalkan kerjanya dan juga dapat digunakan di permukaan aspal. Diciptakan tidak untuk dipakai bekerja keras, penggunaan sistem ini hanya untuk memberikan kestabilan pada kendaraan (sebagai fitur keselamatan). Walaupun begitu, kemampuan untuk melibas jalan-jalan off road tidak sepenuhnya hilang, setidaknya untuk tingkat rendah. Kendaraan-kendaraan yang memakai sistem ini antara lain Audi Quattro, Subaru Impreza, Mercedes-Benz M-Class keluaran 2006 ke atas.

Auto assymetric AWD. Bisa juga disebut real time 4WD. Sistem ini diciptakan sepenuhnya hanya untuk memberikan tingkat kestabilan tinggi pada kendaraan yang menggunakannya. Dapat digunakan tiap saat di semua permukaan jalan. Sistem ini hanya bekerja saat komputer mendeteksi selip pada salah satu roda, jika komputer tidak mendeteksi selip , kendaraan terus melaju dengan gerak dua roda. Jadi dasar yang dipakai adalah mobil 2WD dengan karakteristik pengendalian 2WD. Sistem ini tidak diciptakan untuk dipakai bekerja keras. Tidak direkomendasikan untuk dipakai melibas jalur off road yang lebih “parah” dari tanah licin. Kendaraan yang memakai sistem ini, misalnya adalah Volvo AWD, Honda CR-V.

No comments: